Senin, 15 Februari 2016

Bulan Vitamin A

Bagi orangtua yang memiliki bayi umur 6-11 bulan atau anak balita usia 12-59 bulan maupun ibu nifas bisa mendapatkan vitamin A di posyandu dan Poli Gizi Puskesmas Rapak Mahang pada bulan pebruari dan agustus.

Daftar alamat posyandu di wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.


Kelurahan
Nama Posyandu
Alamat Posyandu




TIMBAU
Anggrek 1
Jl. Gn Menyapa RT 17
Anggrek 2
Kodim RT 4
Anggrek 3
Jl. Pesut RT 7
Anggrek 4
Jl. KHA. Muksin Gg Supoyono
Anggrek 5
Jl. W. Monginsidi RT 9
Anggrek 6
Jl. Naga RT 18 No 40 (majelis ta’lim Khairunnisa)
Anggrek 7
Jl. Ruwan



MELAYU
Mawar 1
Samping Primagama RT 2
Mawar 2
Jl. Betutu RT 28
Mawar 3
Jl. Danau Lipan
Mawar 4
JL. Kartini Gg 3
Mawar 5
Jl. AM Alimudin
Mawar 6
Jl. Gn. Sentul
Mawar 7
Jl. Kartini Gg Swadaya
Handayani
Jl. Gn. Meratus



BUKIT BIRU
Bougenvile 1
RT 4
Bougenvile 2
RT 8
Bougenvile 3
RT 13
Bougenvile 4
RT 3
Bougenvile 5
RT 11
Bougenvile 6
RT 22 eks balai desa

JAHAB
Beringin Jaya
Km 8
Teratai 1
Km 8 RT 12
Teratai 2
Km 5

Susunan tim akreditasi Puskesmas Rapak Mahang

  1. Ketua tim akreditasi : dr. Julianoes N. Adam
  2. Sekretaris : Albanasirun Anharis, SKM
  3. Koordinator Pokja Administrasi : Isnansyah, S.Sos, MM
  4. Koordinator Pokja Program : Sarjito, SKM, M.Kes
  5. Koordinator Pokja Yanis : dr. Hadi Masto 
       Koordinator Pokja Administrasi
  1. Sekretaris : Ns. Jusmiati Said, S.Kep
  2. Bab I Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP) : Dewi Rosmalia, SKM
  3. Bab II Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP) : Sukamto, SKM
  4. Bab III Peningkatan Mutu Puskesmas (PMP) : Hesti Noorliyanti, SKM
       Koordinator Pokja Program
  1. Sekretaris : Dewi Rusmala Sari, SKM
  2. Bab IV Upaya Kesehatan Masyarakat yang Berorientasi Sasaran (UKMBS) : Rahmawati Hadi
  3. Bab V Kepemimpinan dan Manajemen Upaya Kesehatan Masyarakat : Yunita Rahman, SST, M.Adm.Kes
  4. Bab VI  Sasaran Kinerja dan MDGs : Tihamah
       Koordinator Pokja Yanis
  1. Sekretaris : Taufik Noer, A.Md.Kep
  2. Bab VII Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP) : Rina Susanti, A.Md.Kep
  3. Bab VIII Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK) : Musdalipah, A.Md.AK
  4. Bab IX Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP) : Ns. Khaerani Darwis, S.Kep

Senin, 30 November 2015

HIV AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.
Beberapa cara penularan virus HIV/AIDS adalah sebagai berikut:
  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik
  • Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV


Tidak ada obat untuk HIV, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini akan membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.
Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

HIV/AIDS di Indonesia

Secara global, infeksi HIV/AIDS mengalami penurunan. Semua ini dikarenakan oleh intervensi yang menyebabkan perubahan pola komunikasi, pemakaian kondom, pencegahan transmisi dari Ibu-Anak, kampanye khitan dan pencegahan lainnya. Infeksi HIV baru sudah menurun dalam satu dekade terakhir. Tahun 2013, infeksi HIV dunia mencapai 2,3 juta. Mengalami penurunan sebanyak 33% sejak tahun 2001.
Sejak pertama kali ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987 sampai dengan Desember 2013, HIV tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS.
Setiap 25 menit di Indonesia, satu orang akan terinfeksi  HIV. Satu dari lima orang yang terinfeksi berusia di bawah 25 tahun. Proyeksi Kementerian Kesehatan Indonesia memperlihatkan, tanpa adanya percepatan program pencegahan HIV, lebih dari 500.000 orang Indonesia akan positif terinfeksi HIV pada tahun 2014. Papua, Jakarta dan Bali yang berada paling depan dalam tingkat penyebaran kasus HIV baru per 100.000 orang. Jakarta memiliki angkat terbesar untuk kasus baru pada tahun 2011 yaitu sebesar 4.012 kasus.

Penyebaran HIV

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.
Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.
Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV lainnya:
  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalu seks oral.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

                                           

Tes Infeksi HIV

Jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat (klinik VCT) untuk tes HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.
Layanan tes HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Tes ini bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan tes, konseling diberikan terlebih dahulu. Konseling bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dan juga pola hidup keseharian. Setelah tahap ini, dibahaslah cara menghadapi hasil tes HIV.
Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman atau bakteri tertentu.
Ada beberapa tempat untuk melakukan tes HIV. Anda bisa menanyakan pada rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Di Indonesia, terdapat beberapa yayasan dan organisasi yang fokus untuk urusan HIV/AIDS, di antaranya:
  • Komunitas AIDS Indonesia
  • ODHA Indonesia
  • Himpunan Abiasa
  • Yayasan Spiritia
  • Yayasan Orbit
Sedangkan lembaga pemerintah yang dibentuk khusus untuk menangani HIV/AIDS adalah Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).
Jika hasilnya positif, Anda akan dirujuk menuju klinik atau rumah sakit spesialis HIV. Beberapa tes darah lainnya mungkin akan diperlukan. Tes ini untuk memperlihatkan dampak dari HIV kepada sistem kekebalan Anda. Anda juga bisa membicarakan tentang pilihan penanganan yang bisa dilakukan.

Langkah Pengobatan Bagi Penderita HIV

Meski belum ada obat untuk sepenuhnya melenyapkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang hidup bagi penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.
Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi tiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat, tidak merokok, vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.
Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS.
 

Cara Pencegahan HIV

Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum atau peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, berisiko untuk terinfeksi HIV.

Sumber: http://www.alodokter.com/hiv-aids/

Minggu, 15 November 2015

PKM Rapak Mahang mendapat penghargaan dalam HKN di Dinkes Kukar

Pada puncak acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 yang diselenggarakan pada tanggal 14 November 2015 di Dinkes Kutai Kartanegara Puskesmas Rapak Mahang mendapatkan berbagai penghargaan. Penghargaan itu diantaranya adalah Puskesmas Berprestasi tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara, Posyandu Terbaik I (Posyandu Pinang Manis Kelurahan Jahab), juara I lomba mading tingkat puskesmas dan pengelolaan website/medsos terbaik tingkat puskesmas.
Kami seluruh staf Puskesmas Rapak Mahang mengucapkan terima kasih kepada Dinkes Kukar, Dinkes Kaltim, para kader posyandu balita dan lansia, dan seluruh masyarakat atas penghargaan ini. Semoga hal ini membuat kami menjadi lebih termotivasi lagi dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Amin...



Selasa, 27 Oktober 2015

Lurah Jahab Keluarkan SK KTR (Kawasan Tanpa Rokok), Melayu Menyusul.

Penempelan Stiker KTR di Kantor Lurah Jahab
Oleh Lurah Jahab Asmawi, Spd.

Rokok merupakan salah satu faktor resiko yang menyebabkan penyakit terutama Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Hipertensi, Jantung, PPOK dan lainnya yang bisa menyebabkan kematian. Rokok memang murah tapi kalau sudah sakit obatnya mahal, Rokok juga berbahaya tidak hanya bagi perokok itu sendiri namun juga berbahaya bagi perokok pasif.

"Kalau hal positif untuk kepentingan warga kami,baik itu untuk kesehatan, pendidikan dan lainnya pasti kami dukung",ujar Pak Asmawi, Spd. KTR (Kawasan Tanpa Rokok) di Kelurahan Jahab tertuang dalam SK (Surat Keputusan) Bapak Asmawi, Spd sebagai Lurah jahab. "Kami harap warga mematuhi aturan KTR ini", Sambung beliau.

Dilarang merokok Di kantor pemerintah dan swasta BUMN seperti Bank Kaltim cabang jahab, sekolah, rumah Ibadah, dirumah tangga ,acara keagamaan dan acara hajatan. hal ini merupakan intervensi dan advokasi sesuai dengan survai PHBS TH 2014 rumah tangga yang merokok masih tinggi yaitu 70%.di wilayah Kelurahan Jahab.

Upaya Aturan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) ini adalah bagian dari kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang, "Setelah di Kelurahan Jahab, InshaAllah SK KTR akan dikeluarkan juga Di Kelurahan Melayu", ujar Sukamto, SKM, Tim Promkes Pkm RM. "Semoga Hal ini didukung penuh Pemerintah karena Tugas kami MempromoSIkan kesehatan Lebih baik mencegah dari pada mengobati", Tutup Beliau. (op)


Penempelan Stiker KTR (Kawasan Tanpa Rokok)
di Bank Kaltim Cabang Jahab







Senin, 26 Oktober 2015

Dinkes Kukar Peringati HKN Ke-51, Puskesmas Rapak Mahang Siap Meramaikan

Pimpinan & Staff 
Puskesmas Rapak Mahang
Tenggarong

Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional 2015 ke- 51 berbagai kegiatan bakti sosial dan lomba akan di gelar Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara, Kegiatan bakti sosial Operasi Katarak Gratis juga akan dilaksanakan di Puskesmas Rapak Mahang pada tanggal 2 November 2015.

 Untuk lomba yang akan digelar Dinkes Kukar ada lomba penyuluhan kesehatan tingkat SD dan tingkat SMP, lomba dance, cuci tangan tingkat TK dan tingkat SD, lomba pembuatan film pendek tingkat SMA dan lomba fashion ibu hamil serta lomba lansia sehat dan enerjik, lomba majalah dinding yang ditujukan untuk puskesmas. Lomba academia dangdut, pop, lypsing, miskat pesta, lomba olahraga catur, tenis meja dan lomba mewarnai serta lomba menggambar. Lomba  dimulai pada Senin (2/11) – Rabu (4/11) bulan depan. Lomba dangdut, pop dan lypsing akan helat dua hari 5-6 November. Perhelatan lomba seluruhnya diadakan di kantor Dinkes Kukar.

"Staff Puskesmas Rapak Mahang siap mengikuti dan meramaikan acara HKN 2015", ujar Isnansyah Kepala TU Puskesmas Rapak Mahang. Khusus untuk lomba catur dan tenis meja atlet kami sudah berlatih setiap hari, juga untuk lomba lainnya seperti karaoke, miskat dan lainnya", Sambung beliau. Ditanya target untuk lomba, Pak Isnan mengatakan tidak ada target khusus , yang penting meramaikan dan bersilaturahmi dengan teman-teman dinas juga puskesmas lainnya yang ada di Kukar", tutup beliau. (op)